Peralatan Seorang Wasit Sepak Bola

Wasit

Seluruh cabang olahraga tentunya memiliki seorang wasit atau sang pengadil lapangan, tak terkecuali dengan jenis olahraga yang saat ini paling populer seantero dunia, sepakbola. Seorang wasit memiliki tugas yang penting dalam sebuah permainan sepakbola.

Wasit cadangan

Wasit cadangan berfungsi untuk mengatur kedua pelatih yang terkadang tidak terima dengan keputusan wasit utama

Dimana pengadil lapangan bertugas untuk mengatur jalannya permainan dan menjadi kunci sukses sepakbola yang sedang berlangsung. Wasit utama akan dibantu oleh dua asistennya yang berada di pinggir lapangan atau disebut dengan hakim garis dan satu cadangan yang berada diluar lapangan untuk mengatur pergantian pemain dan memberi petunjuk tambahan waktu.

Seorang wasit mengatur penuh jalannya laga sepakbola. Sehingga, untuk membantu tugasnya, wasit menggunakan beberapa peralatan yang memang sudah diatur dalam peraturan FIFA Laws of the Game. Berikut sejumlah alat yang wasit kenakan kala memimpin sebuah pertandingan.

  • Peluit

Alat utama seorang wasit dalam mengatur sebuah pertandingan adalah peluit. Dengan alat tersebut, pengadil lapangan dapat memberikan instruksi untuk para pemain dan tentu saja berbagai hal yang terjadi diatas lapangan hijau, seperti diantaranya, memulai laga, menghentikan laga, terdapat pelanggaran, protes keras dari offisial pelatih tim, cuaca yang tak mendukung, dan lain sebagainya.

Seorang wasit utama saja yang menggunakan alat ini. Pada sejarahnya, peluit wasit berbahan logam, karena dapat menghasilkan suara yang keras. Namun, belakangan ini, para pengadil lapangan menggunakan peluit yang berbahan plastik karena lebih aman dibandingkan logam yang kurang baik untuk kesehatan tubuh.Jam Tangan

Kedua, wasit wajib menggunakan jam tangan ataupun stopwatch. Alat tersebut berfungsi untuk mengatur lamanya pertandingan atau durasi laga. Sesuai ketentuan, laga berjalan selama dua babak dan masing-masing babak berlangsung selama 45 menit.

Pada umumnya, seorang pengadil lapangan mengenakan dua jam tangan yang diletakkan di kedua tangannya. Satu jam tangan terus berjalan (nonstop) selama satu pertandingan penuh dan satunya lagi ketika laga berhenti karena pelanggaran dan juga berguna untuk menghintung injury time.

  • Kartu & Buku

Selanjutnya alat yang tak kalah penting adalah kartu dan sebuah buku kecil. Kartu sendiri terdiri dari dua, yakni kuning dan merah. Kartu kuning untuk hukuman pemain yang melakukan sebuah pelanggaran ringan dan kartu merah untuk pelanggaran yang lebih serius yang dapat membahayakan.

Sedangkan buku kecil dipergunakan seorang pengadil lapangan untuk mencatat segala hal yang terjadi ketika permainan berlangsung, seperti pemain yang mencetak gol, melakukan pelanggaran, pergantian pemain dan lain sebagainya.

  • Alat Komunikasi

Di era modern saat ini, seorang wasit juga menggunakan beberapa alat komunikasi untuk menunjang tugasnya diatas lapangan, seperti headset, mic dan lain sebagainya.

Peralatan Bagi Asisten Wasit

Berbeda dengan wasit utama, asisten wasit tidak menggunakan peluit, jam tangan, kartu kuning maupun merah dan buku catatan, melainkan bendera yang pada umumnya bercorak segi empat atau diamond dengan warna kuning dan merah yang berseberangan. Namun, ada beberapa hakim garis yang menggunakan bendera bercorak polos.

Asisten Wasit

Asisten Wasit menggunakan bendera untuk memberikan berbagai instruksi dalam pertandingan sepakbola

Bendera tersebut berguna untuk memberikan sinyal kepada wasit utama apabila terjadi offiside, pergantian pemain, menentukan lemparan bola dan membantu melihat pelanggaran.

Peralatan Wasit Cadangan

Wasit cadangan berfungsi untuk menggantikan wasit utama apabila sewaktu-waktu mengalami hal yang diluar keinginanan, diantaranya sakit, ataupun cedera. Selain itu, untuk mengatur kedua pelatih dari masing-masing tim apabila tak terima dengan keputusan wasit utama.

Wasit cadangan

Wasit cadangan berfungsi untuk mengatur kedua pelatih yang terkadang tidak terima dengan keputusan wasit utama

Wasit keempat ini juga memiliki peralatan yang harus digunakan, yaitu papan elektronik. Berfungsi untuk memberikan instruksi pemain pengganti dan memberikan petunjuk tambahan waktu.

Teknologi Garis Gawang Dalam Sepakbola

Goal Line Technology

Kontroversi mengenai gol hantu Frank Lampard ketika perhelatan Piala Dunia 2010 pada laga timnas Inggris melawan Jerman yang bisa saja berbuah menjadi gol penyeimbang bagi The Three Lion yang kala itu tertinggal 1-2.

Goal Line Technology

Teknologi garis gawang digunakan dalam dunia sepakbola

Gol Stefan Kiessling yang dianulir ketika pertandingan antara Bayern Leverkusen melawan Hoffenheim pada kejuaraan Bundesliga musim 2013/14. Hingga ghost goal Sulley Muntari ketika laga AC Milan kontra Juventus pada ajang Serie A yang menentukan gelar Scudetto musim 2012, merupakan sejumlah kontroversi bagi seluruh penikmat sepakbola seantero dunia.

Sehingga hal tersebut membuat FIFA dan juga EUFA untuk mencari solusi terbaik guna memperkecil kejadian yang serupa kembali terjadi dan juga meminimalisir kesalahan yang ada dalam diri wasit. Akhirnya, induk tertinggi sepakbola tertinggi dunia dan juga Eropa tersebut memutuskan untuk mempergunakan teknologi garis gawang.

Teknologi Goal Line Technology pertama kalinya dipergunakan pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil. Tujuan penggunaan teknologi tersebut yakni untuk memberikan rasa adil di saat pertandingan dimulai dan juga memperkecil kerusuhan antara supporter yang tak menerima hasil laga pada akhirnya, jika kejadian gol hantu kembali terulang.

Ulasan Goal Line Technology

Teknologi garis gawang dalam dunia sepakbola memiliki tiga perangkat penting. Ketiga perangkat tersebut terintegrasi satu sama lain sehingga memberikan informasi langsung kepada sang pengadil lapangan mengenai bola sudah melewati garis gawang atau belum (sah atau tidak sahnya gol).

Teknologi Garis Gawang

Teknologi Garis Gawang untuk meminimalisir gol hantu

  • Smart Ball System

Proyek imajinatif yang mendasari teknologi garis gawang dimulai oleh dua perusahaan asal Jerman, yakni Adidas dan Cairos Technologies. Kedua perusahaan tersebut memasang sebuah sensor di dalam bola.

Dimana sensor tersebut memberikan sinyal langsung kepada sensor yang juga terpasang di area lapangan sepakbola. Sinyal yang dipancarkan dari Smart Ball System langsung terintegrasi dengan Hawkeye System yang diletakkan di area garis gawang untuk memberitahukan bola sudah melewati garis gawang atau belum.

  • Hawkeye System

Sistem ini dikembangkan langsung oleh perusahaan asal Inggris bernama Hawk-Eye. Perusahaan ini sukses dan paling terdepan dalam mengembangkan system Hawk-Eye. Dimana perangkat tersebut sebelumnya sudah dipergunakan dalam olahraga Cricket dan Tennis.

Namun dalam dunia sepakbola, penggunaan sistem ini berbeda dari dua jenis olahraga tersebut. Dalam sepakbola, digunakan kamera sebanyak tiga pasang yang difokuskan pada setiap garis gawang.

Tiga kamera tersebut mampu menangkap gambar sebanyak 600 frame setiap detiknya. Perangkat itu terdapat dua sistem untuk menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum, yakni melalui suara atau jam. Sehingga itulah kenapa para pengadil lapangan di Liga Primer Inggris menggunakan headset.

  • Smart Ref System

Kedua perangkat diatas tak akan berguna apabila tidak adanya sistem Smart Ref System yang dikembangkan langsung oleh Fraunhofer IIS melalui sistem gelombang radio. Sinyal yang dipancarkan oleh dua perangkat sebelumnya langsung diterima oleh peringkat ketiga ini.

Michel Platini Kritik Goal Line Technology

Mantan Presiden UEFA Michel Platini menyatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan teknologi garis gawang yang dipergunakan di dalam dunia sepakbola saat ini. Menurutnya, pertandingan sepakbola masa depan tidak akan lagi menyenangkan apabila terlalu banyak menggunakan teknologi.

Michel Platini

Michel Platini tidak setuju dengan teknologi garis gawang

“Saya rasa tidak perlu menggunakan teknologi garis gawang itu. Karena dengan tidak menggunakannya, maka kita semua menghargai kinerja official pertandingan. Terpenting, baik para wasit, hingga asisten menerima kritikan dari para penikmat sepakbola. Dengan demikian, sepakbola tetap indah untuk kita nikmati,” ungkap pria kelahiran Prancis.

Kamera Laba-Laba Dalam Dunia Sepakbola

Spidercam

Kemajuan di bidang teknologi tak bisa dihindari lagi. Berbagai produk teknologi tersebar luas di era digital sekarang ini demi mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Tak terkecuali di dunia sepakbola yang saat ini menjadi tontonan nomor satu bagi keluarga seantero dunia.

Spidercam

Teknologi Spidercam digunakan dalam dunia sepakbola

Sehingga, banyak pihak penyiaran yang menggunakan teknologi terkini untuk memperindah penampilan dan memanjakan mata penonton. Salah satunya menggunakan kamera laba-laba atau yang lebih populer dengan nama spidercam yang lebih merujuk pada suatu merk perusahaan.

Teknologi tersebut layaknya seperti namanya, dimana kamera terlihat seperti laba-laba yang digantung diatas lapangan dengan menggunakan tali.

Adapun fungsi alat tersebut yakni untuk menambah sudut pandang demi mendapatkan tampilan yang tak bisa diperoleh dari kamera statis biasa. Kamera laba-laba mampu bergerak sesuai dengan area yang diinginkan untuk pengambilan gambar baik dari kanan ke kiri dan sebaliknya maupun dari atas kebawah.

Lebih spesialnya, alat tersebut juga mampu mengambil sudut pandang yang sejajar dengan para pemain diatas lapangan.

Tak seperti Drone yang dapat membahayakan bagi para pemain lantaran dapat seketika jatuh karena kesalahan teknis maupun daya tahan baterai yang cepat habis dan juga suara yang terdengar sangat mengganggu. Terlebih, alat tersebut lebih berat ketimbang spidercam itu sendiri.

Spidercam menggunakan tali yang sangat kuat dan berbahan kevlar, dimana tali tersebut dipasang di setiap sudut stadion. Dengan demikian, lebih aman dan kamera pun juga lebih stabil dibandingkan drone.

Cara kerjanya pun juga sangat mudah dengan dua orang sebagai petugas yang mengendalikan alat tersebut. Satu petugas untuk mengendalikan kamera laba-laba dan satu petugas lagi mengatur setiap pergerakan kamera.

Teknologi dalam penyiaran sepakbola tersebut pertama kalinya diperkenalkan ke masyarakat dalam ajang EURO 2008. Untuk penggunaan di ajang liga domestik, baru Liga Primer Inggris yang menggunakan alat tersebut dan baru dicoba pada laga Manchester United melawan Liverpool di Old Trafford pada akhir pekan lalu.

Marco Materazzi Apresiasi Teknologi Spidercam

Legenda Inter Milan, Marco Materazzi memberikan apresiasi terhadap penggunaan teknologi dalam dunia sepakbola berupa kamera laba-laba yang dapat mampu memanjakan mata para penikmati si kulit bundar.

Marco Materazzi

Marco Materazzi memberikan apresiasi akan teknologi spidercam

“Saya apresiasi terhadap penggunaan berbagai inovasi dalam dunia sepakbola terlebih teknologi spidercam. Menurut saya, kamera laba-laba tersebut dapat memberikan sensasi tersendiri bagi kami para pecinta sepakbola. Memberikan sudut pandang yang tak terlihat sepeti biasanya,”

“Sehingga, siaran sepakbola terlihat tak mononton begitu saja. Walaupun pada kenyataannya kita memang menikmati setiap siaran bola di televisi,” ungkap Materazzi.

Pemain yang sukses meraih gelar Liga Champions 2010 bersama Inter Milan menambahkan bahwa Ia berharap kedepannya semakin banyak teknologi dalam bentuk penyiaran bukan ke peraturan sepakbola itu sendiri.

“Tentu saya berharap kedepannya teknologi semacam itu dapat diperluas ke semua liga dan terus berkembang dalam memberikan siaran yang indah. Namun harus digarisbawahi, bukan ke peraturan dalam permainan sepakbola, melainkan ke bentuk siaran televisi,” tutup pemain berkebangsaan Italia.

Jose Mourinho: Kurasa Teknologi Itu Baik

Senada dengan Materazzi, pelatih Manchester United Jose Mourinho juga mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi di dalam dunia sepakbola pada dasarnya baik.

Jose Mourinho

Jose Mourinho senang dengan teknologi spidercam

“Tentu saja teknologi itu baik. Saya tidak keberatan apabila digunakan dalam dunia sepakbola. Terlebih untuk para penikmat sepakbola yang tak dapat hadir di stadion seperti adanya inovasi kamera laba-laba. Tetapi, tidak mengarah pada aturan sepakbola itu sendiri,” ungkap mantan manajer Chelsea.