Sudden Cardiac Death Di Dunia Sepakbola

Sudden Cardiac Death

Selain sepakbola merupakan jenis olahraga yang saat ini paling digemari oleh masyarakat luas di seluruh dunia. Sepakbola juga menjadi salah satu olahraga yang dapat menjaga kesehatan tubuh manusia.

Sudden Cardiac Death

Sudden Cardiac Death telah menyerang beberapa pemain sepakbola dalam beberapa tahun terakhir

Namun olahraga yang penuh dengan kekuatan fisik tersebut juga dapat memicu kelainan dalam kesehatan manusia, salah satunya yaitu serangan jantung atau Sudden Cardiac Death.

Sehingga, diperlukan persiapan yang matang bagi para pemain sepakbola baik yang atlet profesional maupun atlet amatir. Hal tersebut sangat penting dilakukan, agar ketika permainan sepakbola dimulai, hal-hal yang tak diinginkan tak terjadi dan meminimalisir cedera ringan hingga berat.

Karena apabila menyepelekan pemanasan dalam berolahraga, bukan tidak mungkin hal yang dialami oleh Muamba akan terulang kembali. Hal ini harus dipahami oleh masyarakat luas di seluruh belahan bumi.

Peristiwa Fabrice Muamba

Kita semua mungkin masih mengingat laga antara Tottenham Hostpur melawan Bolton dalam babak perempat final ajang kejuaraan Piala FA di tanah Inggris. Dimana pertandingan tersebut harus dihentikan lantaran Fabrice Muamba yang sedang berlari tanpa adanya gangguan seketika terjatuh.

Fabrice Muamba

Fabrice Muamba terkena serangan henti jantung

Terlihat dalam rekaman pada laga tersebut, Muamba mengalami kesakitan yang sangat luar biasa di daerah dadanya. Ia pun sempat berusaha keras untuk membalikkan badannya. Namun tak lama berselang, tim medis langsung bergegas untuk memberikan pertolongan resusitasi jantung dan paru.

Dimana hal itu merupakan dilakukan apabila seseorang dalam keadaan henti jantung. Selayak seluruh penonton yang memadati Stadion White Hart Lane terhening. Beberapa pemain terlihat memanjatkan doa. Sebagian penonton juga terlihat meneteskan air mata, sementara sebagian lainnya memberikan dukungan dengan meneriaki nama Muamba.

Muamba selanjutnya dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan tersebut pun harus dihentikan. Tim medis terus melakukan resusitasi jantung paru selama 67 menit, hingga akhirnya jantung kembali berdetak.

Hal tersebut merupakan situasi yang langka bagi seseorang terbilang masih di usia muda. Perbandingannya sendiri yakni 1 banding 50.000 orang.

Kelainan Sudden Cardiac Death dalam pertandingan sepakbola sendiri sudah terjadi beberapa kali. Bukan hanya Muamba saja yang mengalami hal tersebut. Tetapi tercatat beberapa pesepakbola profesional juga pernah mengalami hal serupa.

Bintang Arsenal, Nwanko Kanu juga pernah mengalami hal serupa ketika membela timnas Nigeria di ajang Olimpiade cabang sepakbola. Mantan pemain Real Madrid sekaligus pemain tim Nasional Italia, Antonio Cassano juga harus mendapatkan perawatan yang sama.

Namun ada dua pemain yang mengalami henti jantung namun tak terselamatkan, yakni Marc Vivien-Foe saat menjalani laga internasional bersama timnas Kamerun di tahun 2003 jang Piala Konfederasi dan Antonio Puerta di ajang La Liga Spanyol musim 2007 kala melawan Getafe.

Sudden Cardiac Death Bervariasi

Kelainan penyakit henti jantung itu sendiri sangat bervarian. Ada yang merupakan penyakit jantung dari bawaan lahir, namun ada pula yang didapatkan dari sejumlah faktor, termasuk salah satunya yaitu proses latihan olahraga.

Sudden Cardiac Death

Sudden Cardiac Death penyakit mematikan

Penyakit tersebut tak dapat terindentifikasi ketika pemeriksaan rutin oleh tim medis. Tetapi baru disadari setelah kejadian yang tak diinginkan tersebut terjadi seketika. Manifestasi terberat adalah insiden henti jantung seketika.

Persatuan dokter spesialis jantung di seluruh Eropa mengungkapkan bahwa Sudden Cardiac Death pada aktivitas olahraga pernah terjadi pada masa lalu. Namun, hal tersebut belum memberikan perbaikan yang baik di daratan Benua Biru.

Terdapat dua hal yang paling mendasari kejadian henti jantung untuk segera diperbaiki. Pertama, seluruh pesepakbola sebelum pertandingan harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan medis. Kedua, terdapat tempat pelayanan gawat darurat di arena olahraga.

Dari Tiongkok Hingga Mendunia

Sepakbola

Siapa yang tak mengenal jenis olahraga yang satu ini? Sepak bola yang saat ini menjadi cabang olahraga paling populer seantero dunia. Bagaimana tidak, kurang lebih sebanyak 240 juta penduduk di seluruh belahan bumi ini memainkan sepakbola. Itu berarti, sekitar 4 persen dari keseluruhan penduduk yang ada di dunia.

Sepakbola

Sepakbola pertama kalinya muncul pada abad ke-2 Tiongkok

Sejarah permainan olahraga pertama kali dimulai pada awal abad ke-2 sebelum Masehi di Tiongkok. Tepatnya pada masa Dinasti Han, dimana kala itu masyarakat telah memainkan sebuah permainan menggiring sebuah bola dan menendang ke arah jaring berukuran kecil.

Permainan tersebut pun perlahan meluas hingga ke daratan Jepang dan dikenal dengan nama Kemari. Hingga mencapai ke benua biru dan sangat populer di Italia pada abad ke-16. Di Inggris, permainan tersebut menjadi lebih terkenal dan lebih modern.

Seiring waktu berjalan, sepakbola menjadi permainan kompetisi yang menjanjikan sekaligus memberikan tontonan kepada masyarakat luas. Tak heran, di daratan Britania Raya, permainan tersebut seringkali terjadi kericuhan.

Atas persoalan tersebut, pada tahun 1365 Raja Edward III resmi mengeluarkan surat larangan untuk bermain sepakbola bagi masyarakat. Keputusan tersebut juga didukung penuh oleh Raja James I yang berasal dari Skotlandia.

Di tahun 1815, akhirnya permainan sepakbola kembali diperbolehkan dan banyak masyarakat yang kembali memainkan olahraga jenis tersebut baik di lingkungan universitas maupun sekolah. Sepakbola modern tumbuh pada tahun 1863 di Freemasons Tavern.

Disaat itulah, sejumlah sekolah duduk bersama untuk merumuskan beberapa aturan dalam permainan sepakbola. Tahun 1869 untuk pertama kalinya sepakbola memiliki aturan yang harus ditaati oleh para pemain.

Sepakbola semakin meluas di seluruh dunia berkat para tentara, pedagang dan juga pelaut yang berkelana ke belahan bumi. Kemudian di tahun 1904, dibentuklah sebuah lembaga resmi yang mengatur berbagai tim pesepakbola di seluruh dunia, yang disebut dengan FIFA (Fédération Internationale de Football Association)

Pengertian Sepakbola Menurut Ahli

  • Hasan Alwi (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2003)

Sepakbola merupakan sebuah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok berlawanan dimana masing-masing kelompok terdiri dari sebelas pemain dengan tujuan untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Sepakbola

Para tentara sedang memainkan olahraga Sepakbola

  • Luxbacher

Permainan sepakbola adalah sebuah pertandingan yang dimainkan oleh dua tim yang memiliki 11 anggota. Tujuannya yaitu berusaha keras untuk mempertahankan gawang tim sendiri dan mencoba untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.

  • Agus Salim

Olahraga sepakbola merupakan jenis permainan yang dimainkan menggunakan seluruh anggota tubuh terkecuali tangan (tidak berlaku untuk penjaga gawang) dan diharuskan untuk berusaha mencetak skor ke gawang musuh serta mempertahankan gawang sendiri dari kebobolan. Seluruh pemain diwajibkan untuk bermain dengan sikap tangkas, cepat dan sigap.

  • Muhyi Faruq

Jenis olahraga sepakbola adalah permainan yang menggunakan kekuatan fisik dimana dapat menguatkan mental, menyehatkan tubuh dan juga memperluas kehidupan dalam bersosial antar sesama serta pula mencatatkan sebuah prestasi. Sepakbola memerlukan fisik yang kuat dan terstektur serta terencana.

Luis Figo: Sepakbola Bagaikan Kehidupan

Legenda sepakbola Real Madrid, Luis Figo mengungkapkan bahwa olahraga sepakbola adalah sebuah kehidupan tersendiri bagi yang memainkannya. Menurutnya, sepakbola adalah alat pemersatu bangsa bahkan dunia sekaligus.

Luis Figo

Luis Figo ungkap bahwa sepakbola adalah sebuah kehidupan tersendiri baginya

“Ya, sepakbola adalah sebuah kehidupan tersendiri bagi saya dan mungkin juga bagi seluruh para pemain. Karena bukan hanya menyenangkan, namun sepakbola juga merupakan sebuah alat yang dapat mempersatukan kita semua, baik bangsa maupun dunia. Jadi, janganlah ternoda dengan beberapa orang yang ingin merusak olahraga jenis ini,” ungkap legenda timnas Portugal.